Home > Terapi listrik untuk penyakit kronis > Terapi Listrik pakai tenaga dalam? Sebuah Upaya pembodohan Manusia di era Modern

Terapi Listrik pakai tenaga dalam? Sebuah Upaya pembodohan Manusia di era Modern

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Satu pertanyaan benarkah untuk bisa menguasai terapi listrik harus menggunakan tenaga dalam? atau harus belajar tenaga dalam dulu? dengan kelakar maka saya menjawab benar, karena tenaga dalam yang dimaksud adalah makanan yang sudah diolah menjadi energi sehingga kita bisa beraktifitas dengan energi tersebut, atau bisa juga tenaga yang dimaksud adalah kentut yang harus dibuang dari perut kita supaya tidak masuk angin he he he.

Tulisan ini saya buat untuk menjawab beberapa pertanyaan, apakah untuk bisa menguasai terapi listrik perlu belajar tenaga dalam dahulu? apakah ada penyelarasan, pengisian, attunentment dan sejenisnya? perlu berapa lama untuk bisa menguasai dasar ilmu terapi listrik?

Berikut jawabannya, tidak butuh tenaga dalam untuk bisa melakukan terapi dengan listrik 220 volt, tidak dibutuhkan ilmu kebal karena ini bukan atraksi pengobatan dan bukan tontonan, tidak perlu/tidak butuh diisi tenaga dalam oleh mahaguru, pendekar atau sejenisnya karena ini bukan untuk beladiri, perkelahian dan sejenisnya. Belajarnya berapa lama? jawabannya 5 menit untuk bisa memegang setrum (menguasai arus listrik agar “tidak MATI“) dan seumur hidup alias harus terus belajar karena berhubungan dengan ilmu kesehatan yang terus berkembang.

Lima menit yang saya maksud tadi diatas adalah semata mata berhubungan dengan aspek teknis, tidak ada “Ilmu hikmah, gemblengan mental, spiritual, metafisika, tenaga dalam dan sejenisnya”. Ini perlu saya sampaikan supaya kita tidak silau atau terkecoh dengan iming-iming “tenaga dalam” untuk sekedar menguasai terapi listrik/terapi strum 220 volt. Ini era modern dan logis. Sementara yang saya maksud perlu belajar seumur hidup ini terkait dengan ilmu kesehatan yang terus berkembang dngan berbagai penemuan di bidang teknologi dan penelitian dunia kedokteran. Belajar seumur hidup ini bisa melalui majalah, koran, radio, TV, Internet, Buku diskusi dengan pakar dll.

Sementara penguasaan titik titik terapi otomatis akan kita kuasai seiring dengan “Jam Terbang” dalam menangani pasien/ orang yang kita terapi, karena untuk penyembuhanpenyakit bukan hanya sekedar menguasai titik titik terapi semata, tetapi dibutuhkan pengetahuan dibidang aspek medis/kesehatan dan komunikasi.

Masih nekat ingin tetap berkeyakinan bahwa perlu Tenaga dalam untuk menguasai Terapi Listrik? Jika jawabannya ya, kembalilah di jaman pra sejarah he he he,

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.shareseriale online in romana

  1. Muhtar
    May 23, 2011 at 7:22 am

    Mas, kalau mau belajar terapi listrik gimana caranya, saya tinggal di Tangerang dan berapa biayanya. Terima kasih

    • Gift Unik USB Promosi
      May 24, 2011 at 3:30 am

      Yth Bapak Muhtar
      di tangerang

      Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan kepada kami, sebelumnya perlu kami sampaikan,
      bahwa untuk belajar terapi listrik sangatlah mudah, namun harus ketemu langsung. Apakah
      bapak mau berangkat ke Malang atau bapak kumpulkan orang yang ingin belajar terapi listrik
      dan saya yang datang ke Tangerang. Masalah biaya bisa kita bicarakan. Untuk lebih jelasnya
      silahkan hubungi Dita himawan Sucipto, Hp 081317526565.

      Terima kasih
      Dita Himawan Sucipto
      https://kursusterapilistrik.wordpress.com

  2. andre
    April 15, 2013 at 8:43 am

    maaf pak, saya baru kemarin ikut terapi listrik, dan yang bersangkutan benar2 tidak menggunakan alat apa2 pak.

    • Gift Unik USB Promosi
      October 7, 2013 at 11:20 am

      Itu kemungkinan alatnya tersembunyi

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: